teteman

Teater Komedi Dialek Alahai Menantu


Kelab Teater Rimba kembali beraksi
pada 31 Mei ini, di Panggung Seni, UKM
jam 8.30 malam

#AlahaiMenantu merupakan sebuah persembahan Komedi Dialek yang menggunakan dialek Negeri Sembilan, Melaka, Kelantan, Perak, Pulau Pinang, Jawa dan Minang.



Sinopsis

Pak Usop dan Mak Bibah tinggal sendirian semenjak anak bujang mereka melanjutkan pengajian di London. Setelah sekian lama menyepi, tiba-tiba anak mereka Judin mengutuskan surat dari London menyatakan hasrat untuk pulang ke kampung. Namun, Judin menyatakan dia tidak pulang sendirian. Isteri yang baru dikahwini ketika di London akan ikut bersama. Bagaimanakah mereka menerima hakikat ini? Apakah menantu mereka itu mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di kampung? Bagaimana pula reaksi orang kampung dengan berita ini? Sama-sama kita saksikan!

Arahan: Nuex Rosli dan Yusuf Rosli


Senarai Pelakon:

Pak Usop - Yusuf Rosli
Mak Bibah - Cagalli Psychedelic
Judin - Saiful Islam
Mary - Jessica Azure

PakLang Amer - Nohman Isa
Mak Kiah - Ain Syakirah
Normah - Siti Norain Zanowi

Dolah - Pangeran Lautan
Budin - Put Marley
Sudin - Syahmi Elias
Peah - Balqish Manap
Bella - Are-sooy Ziziey Hyowai

Penampilan Istimewa
Tok Kadi - MohdDiani Kancil (Bung)


untuk maklumat lanjut, boleh hubungi

wahab
0127935618
faqiha
0145165024



Jangan Tinggalkan - Zharif Salehudin ft Nana Hassan (lirik)





di malam ini
aku sepi sendiri
dari kamar yang sunyi
aku teguh berdiri
mengharapkan rembulan
kan datang menyinari
menghanyutkan simpati

sedalam rindu
engkau takkan mengerti
betapanya ku ingin
kasihmu di hati
setitis airmata
jatuh terus ke bumi
mengharap kau kembali

jangan kau tinggalkan aku
akan hancur hatiku
akan teringatkan dirimu
hanya kerna kau yang begitu sempurna
hanya kerna kaulah cintaku

kucuba lupakan kamu
tetapku kan merindu 
setiap detik bersamamu
ku doa kau kan bahagia selalu
walau tiada ku di sampingmu

terjaga aku dari sebuah mimpi
mimpi yang sering hadir
setelah engkau pergi

wajahmu ku terbayang
suaramu yang terawang
dirimu yang ku sayang

melayang

tak mungkin 
tak mungkin
akudapat bersamamu

tak akan
tak akan 
kau kembali kepadaku

kubiar
kau berlalu
kerna apalah dayaku

oh mengertilah

maaf ku tinggalkan kamu
tapi bukan niatku 
langkah terus pergi berlalu
tuk tinggal kau yang begitu sempurna

hanya kerna kaulah cintaku

kucuba lupakan kamu (kamu)
tetapku kan merindu
setiap detik bersamamu
ku doa kau kan bahagia selalu
walau tiadaku di sampingmu

jangan kau tinggalkan aku
akan hancur hatiku
akan teringatkan dirimu 
hanya kau yang begitu sempurna

hanya kerna kaulah cintaku

sayangku



penyanyi - zharif salehudin & nana hassan
komposer - nana hassan & ekey najlyn
lirik/lagu - nana hassan & ekey najlyn




Bergerak atas


Aku dah gerak atas
Mudah lidah mengucap tangkas
Saat hati masih berbekas
Memori lama melekat keras

Aku dah gerak atas
Ayat diungkap mohon dilepas
Soalan teman datang melemas
Bila terungkit tentang si bekas

Namun diriku terasa kebas
Tika berdepan dengan si bekas
Entah bila dapat kulepas
Rasa yang pernah hatiku ramas

Bagaimana ingin bergerak atas?
Kalau bayangnya berlegar bebas
Datang dan pergi buatku rimas
Rindu padanya buatku lemas

Mana arahku bergerak atas?
Tanpa dahan berpaut kemas
Tanganku licin tiada beralas
Melurut turun ke dahan berbekas

Aku ingin bergerak atas
Namun perlahan aku tertewas
Tersepit dalam deduri ganas
Sampai bila terusku tumpas?

Mampukah aku bergerak atas?
Atau aku tak perlu ke atas?
Namun tak mudah aku memangkas
Dedahan lepas yang tumbuh keras

Duhai dikau yang sudah di atas
Mohon diizin tangan dilepas
Mungkin puncakku bukan di atas
Pohon yang lama harusku lepas

Walau tangan masih berbekas
Dengan memori genggaman kemas
Semoga terpadam garisan jelas
Di pohon baru ku gerak atas

Pohon baru masih bertunas
Akan ku tunggu tumbuhmu keras
Akan ku latih genggamku kemas
Agar capaiku nanti tak lepas

Saat itu, aku di atas

Penulis kata

guru, jangan jadi pelita yang tertutup


PELITA GELAP

lampu pelita bertutup legap
mata melihat ditutup rapat
dah la sombong tak boleh harap
murid belajar ape pun tak dapat



guru

mulia tugasmu 
menyusun corak baris warna dunia
untuk tatapan insan penagih ilmu

agar kenal garis bengkok dan lurus
agar kenal warna gelap dan terang
agar kenal fitnah dan sahih

pilihannya pada acuan yang kau bentukkan

insan muda ini
mungkin jadi pelukis
mungkin juga jadi kudis
mungkin jadi guru
mungkin juga jadi peniru
mungkin jadi pemimpin
mungkin juga jadi macai kempen

pilihannya pada acuan yang kau bentukkan

siapa guru

adakah hanya layak digelar kepada 
pencoret papan dengan kapur putih?
penghadap murid tak kenal letih?
atau siapa-siapa yang kita rasa boleh?

siapa pun kau

tugasmu jelas
cuma kadang tercemar rasa malas
niatmu ikhlas
cuma kadang ditutup tindak keras
ajarmu melimpah
cuma kadang ditutup nafsu amarah

dan sepertimana pisang setandan
ada buruk ada cantik
golonganmu tak semua ikhlas mendidik

jadi pelita bertutup gelap
mata melihat kau tutup rapat

jangan jadi ketam
anakmu kan jalan mengiring
jadilah hering
anakmu kan jadi pejuang pesaing




penulis kata

bagaimana aku yang salah?


cuba kau jawab
bagaimana aku yang salah?

kuakui ramai yang singgah
tapi belum sempat terbina rumah
perlahan pergi kaki melangkah
apakah, dimanakah, bagaimanakah aku salah?

mungkinkah tanpa harta
gayaku tak ikut semasa
caraku tak padan mereka
tingkahku memalukan dia?

saat awal tumbuh perasaan
mesra hubungan senyum menawan
makan mandi tidur berangan
menanti tarikh bila disatukan

kalau cinta itu sejati
kalau cinta itu pasti
kalau cinta itu mesti
mengapa tidak dibawa mati?

bosan itu alasan
sunyi juga alasan
sedang dulu kau boleh layan
gayut berejam tak ingat makan

sedang aku resah gelisah
ingin bertegur kau buat tak endah
bila bertegur kau cepat nak sudah
lalu ku senyap kau kata aku salah

cuba kau jawab
bagaimana aku yang salah?

saat kata putus kau pinta
hati remuk dihentam berita
sedang tangan ku bawa bunga
hancur berderai ku genggam jua

lama ku fikir mana silapku
akhirnya balik tertuju padamu
lama ku ambil melupakanmu
mujur ada teman sediakan bahu

dan bila aku bahagia sendiri
sibukkan diri ke sana ke mari
limpahkan minat seni pada yang sudi
tiba-tiba kau tegur hiriskan duri

apa mahumu aku tak tahu
rosakkan hidupku itu kesukaanmu?
apa salahku pada dirimu?
sehingga kau kejam menghina diriku

cuba kau jawab
bagaimana aku yang salah?


Penulis kata

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...